Kamis, 11 Februari 2016

Wisata Waterpark Wendit

Taman Waterpark Wendit


kali ini saya akan beritahu kalian jalan-jalan selanjutnya, Taman Wisata Wendit, terletak di Desa Mangliwan, Kec. Pakis, Kabupaten Malang 8 Km dari pusat Kota Malang. Lokasinya terletak di tepi kanan jalan utama arah ke Gunung Beromo melalui Tumpang (via) Poncokusumo.

 Taman rekreasi dan pemandian Wendit, menyediakan Kolam Renang (alami serta buatan) yang luas, baik untuk dewasa maupun anak-anak, Perahu Dayung, Water Technology berupa Kolam Gelombang dan Kolam Arus, Waterboom, Bom-bom Car; Worm Coaster, Carousel dan Sepeda Air, Restoran, Restoran Apung, Food Centre atau Kantin, Pentas Musik, Outbond, Spa, Cottage serta berderet toko yang menjajakan cinderamata khas Wendit.
Taman wisata ini mempunyai acara yang khas pada setiap Bulan Syawal. Dimana taman wisata dipenuhi pengunjung yang ingin merayakan hari Lebaran sampai dengan hari Ketupat Lebaran. Biasanya dengan mengadakan berbagai macam hiburan serta mendatangkan artis-artis terkenal (tanggal 1 s/d 11 Syawal).
Disamping itu dengan mandi dikolamnya menurut kepercayaan mempunyai khasiat membuat wajah tampak "awet muda". Dan masyarakat suku Tengger juga mengambil air dari "Sumber Air Mbah Kabul" ini, dibawa pulang dengan kepercayaan yang sama seperti di Pulau Sempu, yaitu untuk kesembuhan dan kesehatan. Menurut mereka khasiatnya sama dengan "Air Widodaren" dari Gunung Bromo yang merembes ke arah Wendit. Daya tarik yang khas adalah adanya puluhan kera yang jinak yang bebas berkeliaran di hutan kecil di Wendit dan menghuni dipepohonannya. Beberapa arca kuno juga dapat dilihat di taman ini dan dapat diperoleh cindera mata hasil kerajinan penduduk setempat.
Di dalam taman rekreasi ini terdapat monumen pesawat Mig-19 yang dulu berpangkalan di bandara Abdul rahmansaleh. Mata air Wendit merupakan salah satu sumber air bagi PDAM Kota Malang.


 Taman Wisata Wendit telah mengalami renovasi dari tahun 2006-2008. Pada tanggal 11 Mei 2008 tempat wisata ini mulai dibuka untuk umum dengan nama baru yakni Wendit Water Park. Tempat wisata ini pada dasarnya merupakan sebuah kolam renang alami dan dilengkapi dengan beberapa fasilitas sebagai sarana rekreasi, seperti wahana air untuk anak-anak dan keluarga. Fasilitas yang disediakan saat ini meliputi kolam renang anak-anak, kolam renang dewasa, kolam arus, area pemancingan, kolam spa, waterboom, carousel, bombom car, worm coaster, perahu angsa, sepeda air, mandi bola, delman domba, flying fox, sepeda trail, ATV, restoran apung, kantin, tempat outbond, cottage dan beberapa wahana maupun fasilitas penunjang lainnya. Berbagai arena permainan anak dan kios penjual makanan dengan tatanan trotoar serta taman yang indah sungguh enak dipandang mata.


 Taman Wisata Air Wendit atau Wendit Water Park ini dulunya bernama Pemandian Wendit atau lebih dikenal dengan Mendit oleh masyarakat sekitar. Beberapa sumber sejarah menyatakan bahwa nama Wendit berasal dari kata “wendito” yang berarti pendito atau pendeta. Asal usul Wendit ini terjadi dikarenakan adanya pergeseran Gunung Widodaren yang merupakan salah satu gunung dalam gugusan Pegunungan Bromo. Pergeseran gunung Widodaren membuat masyarakat suku Tengger kesulitan untuk mengambil air suci yang berada di mata air Widodaren karena curamnya lereng.
  Karena kesulitan tersebut, para pendito bersemedi kepada Sang Hyang Widhi Wasa di sekitar gunung Widodaren agar mendapatkan petunjuk dimanakah percikan mata air Widodaren mengarah. Wahyu pun turun, para pendito mendapatkan wahyu bahwa percikan air Widodaren mengarah ke Malang. Karena luasnya Malang, pendito tersebut mengambil bukit Mangliawan sebagai tempat bersemedi. Nama desa Mangliawan sendiri berasal dari cerita pewayangan Ramayana dengan tokoh Hanoman. Uniknya, cerita ini bukan hanya sekedar isapan jempol belaka. Sebab di Taman Wisata Air Wendit ini memang terdapat beberapa spesies kera (atau monyet) yang mendiaminya. Monyet-monyet ini dipercaya sebagai punggawa kerajaan dari Tengger untuk menjaga mata air tersebut. Dan hingga kini monyet-monyet tersebut tetap lestari.



 Tempat wisata ini dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Jika menggunakan kendaraan umum, dari Terminal Arjosari Malang bisa naik angkutan jalur AT (Arjosari-Tumpang) warna putih kombinasi hijau. Sementara bagi pengunjung yang menggunakan pesawat, dari Bandara Abdulrahman Saleh bisa langsung ke kawasan ini yang hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari bandara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar